Mampir Incip Nasi Boranan Kuliner Khas Lamongan, Jawa Timur.

Mei 09, 2015

Nasi-BorananOpo Kek Blog- Kuliner merupakan salah satu identitas kota yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Perbedaan rasa yang tersaji dari satu daerah dengan daerah lain, merupakan faktor  yang membuat makanan tersebut menjadi khas. Tidak hanya rasa, nama jenis makanannya pun berbeda. Banyak orang meluangkan waktu untuk berhenti sejenak mencicipi kuliner khas kota yang mereka lewati. Tak heran jika di pusat-pusat kuliner di penuhi dengan kendaraan dari berbagai kota. Makanan khas yang semakin tersaingi dengan makanan modern kini sedikit terlupakan oleh warga lokal. Kita patut memberikan apresiasi bagi pedagang yang masih mempertahankan warisan leluhur yag berupa makanan ini.


Nasi BorananNiatan mencicipi kuliner khas daerah Jawa Timur-an saya awali dengan singgah di kota yang berlogo ikan bandeng dan lele saat saya berwisata di kota tersebut. Lamongan, sebuah kota yang berdiri sejak tahun 622 Masehi ini mempunyai segudang kuliner yang khas. Pastinya Anda tahu, apa makanan khas kota Lamongan yang paling tersohor bukan? Ya betul, Soto Lamongan. Tapi yang akan saya cicipi bukanlah Soto Lamongan, bukan pula Pecel Lele khas lamongan, melainkan Nasi Boranan yang hanya ada di Lamongan, bukan ditempat lain. Mungkin tidak banyak orang yang mengenal tentang nasi boranan ini. Kuliner khas Lamongan yang satu ini bisa kita jumpai di trotoar sepanjang jalan Jendral Sudirman. Mulai dari Lamongan Plaza hingga Stadion Surajaya Lamongan. Cukup mudah di temui karena berada tepat di jalur Pantura. Para pedagang di jalan Jendral Sudirman ini menjajakan dagangannya mulai sore hingga malam hari.


Nama Boranan pada makanan khas Lamongan ini berasal dari tempat nasi atau bakul besar berbentuk segi empat dengan empat penyangga di bagian pinggir yang digunakan untuk berdagang. Ini yang menjadi ciri khas pedagang Nasi Boranan. Pada umumnya, makanan di sajikan menggunakan alas piring ataupun mangkuk, berbeda dengan Nasi Boranan. Disajikan menggunakan kertas makanan yang dilapisi koran dan dibentuk kerucut atau dalam bahasa jawa di "pincuk" sebagai tempat makanan tersebut, cukup sederhana. Minuman pelengkap yang disediakan pun sederhana, hanya air mineral. Benar-benar tardisional sekali bukan? Nasi Boranan terdiri dari nasi, bumbu, lauk, rempeyek (semacam gimbal), sayuran yang dicampur dengan parutan kelapa (saya menyebutnya gudangan) dan pletuk (nasi yang dikeringkan atau kacang). Teksturnya yang empuk dan berbunyi pletuk saat dikunyah serta dipadu padankan dengan lauk ikan sili merupakan ciri khas yang membedakan Nasi Boranan ini berbeda dengan makanan khas yang lainnya. Bagi yang tidak suka dengan ikan sili bisa digantikan dengan lauk yang lainnya. Di sini pedagang menyediakan beberapa lauk pengganti ikan sili, diantaranya adalah ikan bandeng, lele, tempe, tahu, ayam, jeroan dll. Rasanya yang gurih dan pedas sangat pas di lidah orang Jawa seperti saya. Harganyapun bervariasi tergantung lauk yang kita ambil, yang pasti kurang dari Rp. 10.000,- kecuali kalau Anda mengambil lauk lebih dari 10 biji hehehe :D


[gallery type="rectangular" ids="1362,1363,1364"]

Bagaimana? Tertarik dengan Nasi Boranan. Jangan lupa mampir ke Jl. Jendral sudirman saat melintas di jalur Pantura kota Lamongan.

You Might Also Like

26 komentar

  1. Wooow, kuliner Jawa Timur lebih cocok dengan selera saya soalnya lebih "berani" dari segi rasa. Apalagi warnanya menggoda banget, pasti rasanya pedas-pedas begitu ya, Mas :hehe. Jadi penasaran :)).

    BalasHapus
  2. Dari fotonya sudah terbayang kelezatannya :((

    BalasHapus
  3. Heem. Pedas-pedas gurih mas

    BalasHapus
  4. Heem. Sampe meler-meler hehehe

    BalasHapus
  5. Yuk ke Lamongan dan cicipi kulinernya :)

    BalasHapus
  6. Saya orang Kudus mas. Hihihi

    BalasHapus
  7. Yuk ke Lamongan dan cicipi kulinernya :)

    BalasHapus
  8. Oke. Ganti agenda ke Kudus :)) #labil

    BalasHapus
  9. Nah kalau ke Kudus boleh dah di tampung dalam botol wekekekek *peace

    BalasHapus
  10. lamongan kayaknya lg booming ya

    BalasHapus
  11. Kurang tahu kalau masalah itu win. Lagi booming apaan emangnya win?

    BalasHapus
  12. Setauku di Lamongan iti Goa Maharani win yang lokasimya dekat dengan WBL (Wisata Bahari Lamongan

    BalasHapus
  13. Waksss aku kok baru tau ada nasi boranan ini. Aku merasa gagal sebagai keturunan lamongan ihik ihik

    BalasHapus
  14. Wah om cumi berarti warga KW, Bukan asli Lamongan hayo ngaku

    BalasHapus
  15. Sering denger tentng makanan ini, tapi belum peernah nyicip. Di solo ada yang jual gak ya? :D

    BalasHapus
  16. Setauku mkanan ini tidak ada di luar Lamongan mbak. Tidak seperti Soto Lamongan yang cabangnya dimana-mana hihihi

    BalasHapus
  17. Aku anak bupati gresik #Congkak tapi bokap keturunan lamongan di daerah karangeneng. Nyokap ku lho masih suka mudik ke sana, kalo daku mah dah puluhan tahun ngak kesana hahaha

    BalasHapus
  18. Hahaha nah tuh ketahuan kan Om Cumi. Gmana mau tahu kuliner khas daerahnya sendiri kalau balik ke Lamongan aja nggak pernah hayoo...

    BalasHapus
  19. Saya menjadi saksi dari enaknya kuliner yang satu ini. Recomended banget!!!

    BalasHapus
  20. Eh ada Aji. hihihi :) Terima kasih sudah tengok blog aku broo. Kapan-kapan explore lamongan lagi yo

    BalasHapus
  21. Dari fotonya... keliatan pedas sekali >,< tapi saya suka yang pedas - pedas, jadi tak masalah :D

    BalasHapus
  22. Monggo mas datang ke Pekalongan dan nikmati kuliner hot nya hihihi :)

    BalasHapus