Menunggu Matahari di Watu Congol, Lasem, Rembang, Jawa Tengah

Juli 23, 2018

Watu Congol merupakan salah satu bukit yang berada di Desa Selopuro, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Kira-kira sekitar 30 menit jika ditempuh dari pusat kota Rembang, Jawa Tengah. Nama Watu Congol itu sendiri merupakan sebuah batu besar di pinggiran tebing yang mengarah ke jurang.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, batu tersebut merupakan jelmaan dari naga atau ular yang terpisah dengan anggota tubuhnya. Batu besar yang ada di Watu Congol merupakan kepala naga, sedangkan tubuhnya berada di Desa Kajar, Lasem dan ekornya berada di laut Bonang.

Kemudian Naga itu di sabda menjadi batu oleh Sunan Bonang yang merupakan ulama yang menyebarkan agama Islam di daerah Rembang. Jadilah nama bukit ini di sebut Watu Congol. Watu Congol jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Batu yang menyembul keluar.
Suara adzan subuh terdengar dengan jelas di telinga. Badan masih terasa capek setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam. Kemudian disusul drama ban bocor di kawasan Jl. Pati - Juwana. Tidurpun waktu itu cukup larut malam, sehingga badan terasa kurang nyaman saat bangun. Namun sebagai tamu yang baik dan sopan, saya harus bangun setelah subuh berkumandang lalu menunaikan sholat subuh.


Oh ya, malam itu saya menginap di rumah Mbak Reni, salah satu teman yang sama-sama pecinta wisata. Pengennya sih pagi itu klekaran dulu sampai agak siangan gitu di kamar. Namun tujuan saya yang menginginkan sunrise di kawasan Bukit Watu Congol ( selanjutnya disebut Watu Congol ) mengharuskan saya untuk bangun lebih awal.

Setelah sholat subuh saya lanjutkan perjalanan ke Watu Congol, sebelum pergi ternyata lagi dibikinin teh hangat. Alhamdulillah rejeki anak sholeh pagi-pagi udah ada yang bikinin teh hangat. Makanan pendampingnya pun sudah disiapkan. Ada beberapa cemlan dalam toples. Lumayan buat sarapan pagi.....



Pagi itu udara di daerah Lasem terasa sejuk, hal ini dimungkinkan karena belum begitu banyak kendaraan yang menghiasi jalan pantura Lasem, sehingga udara pagi itu masih bersih untuk dirasakan. Sekitar 15 menit perjalanan, sampailah saya di Watu Congol. Akses jalan yang saya lalui waktu itu awalnya mulus-mulus saja. Namun setelah masuk gang yang mengarah ke  Watu Congol, jalannya agak sedikit memprihatinkan. Jalannya cukup rusak, sehingga membuat saya sedikit kurang nyaman saat berkendara. Beruntunglah tidak begitu jauh jarak jalan yang rusak tersebut.

Suasana di Watu Congol masih sepi banget, serasa milik pribadi hehehe. Jadi, saya bisa sepuasnya menikmati alam di Watu Congol tanpa harus terusik dengan keramaian. Alhamdulillah... Hal ini mungkin karena waktu itu hari ke tiga Lebaran. Secara, kalau masih hari ke tiga kan masih pada sibuk ke rumah saudara ataupun masih pada molor di rumah masing-masing, mumpung libur... Apalagi waktu itu masih pukul 06.00 pagi. Jadi kesempatan nih buat foto sebebas-bebasnya hehehe. Udara di sini cukup sejuk karena dikelilingi oleh beberapa bukit hijau dan rindangnya pepohonan.

Sinar matahari masih tertutupi bukit seberang timur dan udara di sini cukup dingin. Sambil menunggu matahari, sayapun memanfaatkan waktu pagi itu untuk berfoto. Menikmati sejuknya alam Lasem dari atas dan memandang jauh ke arah utara. Terlihat hamparan pepohonan hijau yang membentang luas. Hingga terlhat lautan pantai utara Jawa.


Di sini banyak spot swafoto yang bisa dimanfaatkan untuk menambah koleksi foto di Instagram. Ada yang berupa rumah pohon, Perahu, Sangkar burung dan masih banyak yang lainnya. Watu congol cocok buat kamu yang suka berswafoto. Ada beberapa foto yang saya ambil di sini. Dan inilah fotonya...


Saking asyiknya berswafoto, lupa kalau tujuan saya ke sini untuk menunggu matahari. Matahari mulai meninggi, namun cukup bagus dimanfatkan untuk berfoto. Al hasil ambil foto seadanya saja.


Di Watu Congol juga terdapat sbuah Goa yang lokasinya di bawah bukit. Goa tersebut dinamakan Goa Ombo. Perlu turun ke bawah untuk menemukan Goa ini. Saya pun penasaran. Mencoba turun ke bawah untuk melhat Goa tersebut. Memang terlihat ada Goa, namun tidak sesua ekspektasi saya. Awalnya saya fikir Goa tersebut memiliki lubang goa yang cukup besar, namun di sini lubang goa tersebut cukup kecil. Kalau saya bandingkan, mungkin mirip dengan Goa Kreo Semarang, Jawa Tengah.

Tak lama di Goa Ombo, sayapun kembali lagi ke atas bukit. Terlihat beberapa wisatawan mulai berdatangan. Dan Kebanyakan dari mereka berburu foto. Cukup lama saya di sini, akhirnya saya memutuskan kmbali turun...





You Might Also Like

20 komentar

  1. Takhriz Septino Aji23 Juli 2018 13.58

    Kereen mas yasiirr..

    BalasHapus
  2. Teeima kasih Mas Takhriz... 😊😊😊

    BalasHapus
  3. Oalah Penuh perjuangan ya mendapatkan foto Terbaik. Tapi pengalamannya itu yang seru. Ayo eksplorasi terus wisata Alam Indonesia

    BalasHapus
  4. Kalau diamati lamat-lamat, Watu Congol emang mirip sih kepala ular. Kepala ular yang sedang menghadap ke jurang :)

    BalasHapus
  5. Boleh juga nih dimasukin list hunting sunrise kalau ke Lasem. Semoga ke depannya, trek ke sana nggak parah-parah amat keadaannya ya Kak.

    BalasHapus
  6. Iya Mbak... Kata warga setempat si begitu...

    BalasHapus
  7. Kupikir, Lasem hanya pantai dan batik aja. Ternyata ada yang lain…

    BalasHapus
  8. Wah kalau nhomongin Lasem, banyak banget tempat yang bisa di explore. Apalagi heritagenya... Mantap dah...

    BalasHapus
  9. Pemandangannya indah yaa watu congol lebih asyik pas sepi biar santai menikmati alam

    BalasHapus
  10. Lasem… yang belum sempat disinggahi, sekarang nambah lagi destinasi yang bisa didatangi. Kudu segera ke lasem kayaknya

    BalasHapus
  11. Wah sayang waktu mu ikut trip ke Lasem harus ke kota lain jadi cancel ikutan 🙂

    BalasHapus
  12. Iki seng neng tempate mas sopo kui kae yo yo. Seng ketemu neng Lasem pas festival? Kok apik ahhahahah

    BalasHapus
  13. Iya Mbak Dedew... Jadi bisa jepret sana sini tanpa harus ada penghalang...

    BalasHapus
  14. Harus... Apalagi heritage nya tuh. Mantaplaaaah... Yuk Mbak Donna ke Lasem...

    BalasHapus
  15. Yaaaaah... Sayang banget ya Mbak Vita. Pan kapanlah bisa ke Lasem...

    BalasHapus
  16. Ho'o mas... Namanya Mas Edy... Dia salah satu pengelola Watu Congol

    BalasHapus
  17. Yunita Tresnawati4 Agustus 2018 10.14

    Lasem, ga nyangka punya pesona sunrise secantik ini. Keren Kak

    BalasHapus